Inilah Akibat Dari Terlalu Dominannya Hormon Wanita

Akibat Dari Terlalu Dominannya Hormon Wanita



Sebutkanlah namanya Maman, entah kenapa disaat dia kecil ia sangat suka memakai/bermain peralatan make-up dan pakaian milik ibu/kakak perempuannya, padahal dia mutlak seorang laki-laki. saat itu maman tak ambil pusing, iya hanya bermain apa yang ia sukai, ya itu dia termasuk bermain atau memakai make up milik ibu dan kakak perempuannya, ntapi setelah menginjak dewasa Maman baru mengetahui bahwa  ia mempunyai hormon perempuan yang lebih tinggi didalam tubuhnya.

Maman bahkan pernah memakai High Heels, walaupun buatannya sendiri, Sandal jepit dipasangi batu baterai dibawannya, itulah high heels pertama Maman. 

Saat itu, ia memang tak memikirkan perbedaan tersebut. Termasuk saat teman-teman mempertanyakan mengapa ia suka hal-hal berbau perempuan. "Saya jawab ' yo ben tho. Kan beda-beda' (ya tidak apa tho. Kan beda-beda).

Perubahan yang terasa pada saat masuk SMP. "Saat itu saya merasa lebih nyaman jika kumpul dengan laki-laki. Kulit pun kok rasanya lebih halus. Nah sejak saat itu baru merasakan ada apa ini," terang wanita pria asal Banyuwangi ini.

Sejak kepindahannya ke Jakarta baru ia melakukan pemeriksaan medis. Diketahui ternyata hormon pria dan wanita di dalam tubuhnya imbang bahkan dominan.

Sehingga bukan karena faktor salah asuh, lingkungan, ataupun sulitnya mencari pekerjaan. Namun ia merasa lebih nyaman dengan dirinya sebagai perempuan meski berfisik Lak-laki. (Liputan6.com)