PENDERITAAN yang dialami oleh Endah Kusumasari sungguh menyayat hati.
Bagaimana tidak, di saat mengandung anak ketiganya, warga Dusun Sokokerep, Semanu tersebut malah ditinggalkan oleh sang suami yang kini sudah menikah lagi.
Tak berhenti disitu saja, penderitaan janda tiga anak tersebut terus berlanjut saat melahirkan anak Ahmad Nugroho (3).
Bayi yang baru dilahirkannya tersebut mengalami kelainan di bagian kepala. Benjolan kecil yang ada sejak lahir tersebut kian hari kian membesar. Oleh dokter, Ahmad divonis menderita sakit hydrochepalus.
Kini, setelah hampir tiga tahun, penyakit yang menggerogoti Ahmad terus bertambah besar.
Upaya pengobatan yang dilakukan oleh pihak keluarga pun tidak membuahkan hasil.
Kepala Ahmad terus membesar dan tidak bisa lagi diobati.
Setiap hari, Ahmad hanya tergolek lemas di atas tikar yang digelar di rumah.
Dia tidak bisa bergerak leluasa karena kepalanya yang membesar. Sementara kondisi rumah yang ditinggali sangat jauh dari kata layak.
Rumah berbentuk limasan tersebut sudah banyak yang rusak. Dinding bambu yang mengelilingi rumah tersebut sudah banyak yang berlubang. Sementara lantainya masih berupa tanah.
Kondisi kian memprihatinkan kala sang ibu tidak bisa setiap hari menjaga dan merawat Ahmad.
Endah terpaksa harus meninggalkan Ahmad bersama dua orang anaknya tinggal dengan neneknya karena harus bekerja di salah satu rumah makan di Bantul.
“Dede ( Ahmad) terpaksa harus tinggal bersama nenekyna, Rukiyem. Saya harus bekerja di restoran masakan padang untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan sekolah kedua anak saya,”kata Endah saat dijenguk oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, Selasa ( 16/6).

Endah mengaku, dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengobati anak ketiganya tersebut.
Namun karena keterbatasan ekonomi, pengobatan tidak bisa dilakukan setiap saat.
Pengobatan hanya dilakukan saat keluarganya mendapatkan bantuan dari pihak lain.
“Sebenarnya dulu sempat diajak periksa dari laskar sedekah, namun karena sudah terlambat jadi sudah tidak bisa diobati,” ucapnya.
Penderitaan Ahmad pun tak hanya berhenti dengan penyakit hydrochepalus saja.
Wajah bayi berusia tiga tahun tersebut mengalami luka, bahkan sempat ada belatung karena tidak mendapatkan perawatan medis.
Beruntung, luka yang ada diwajah sudah berangsur sembuh setelah mendapatkan perawatan dari RSUD Wonosari. Kini, luka tersebut tinggal dalam tahap penyembuhan saja.
Meski sudah pasrah dengan penyakit yang diderita oleh Ahmad, Endah mengaku akan tetap merawat dengan baik anak ketiganya tersebut.
“Harapannya, penyakit anak saya bisa disembuhkan. Tapi semua sudah terlambat, sekarang yang terpenting luka yang ada di wajah bisa disembuhkan. Mudah-mudahan ada bantuan untuk pengobatannya, ”imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi usai menjenguk Ahmad berjanji akan mengupayakan untuk pengobatan bayi tersebut.
Meski penyakit hydrochepalus yang dideritanya sudah tidak bisa diobati, namun harus tetap ada perhatian.
”Prinsipnya kita akan upayakan maksimal dengan berbagai cara, jangan sampai ada alasan tidak ada anggaran, namun harus dicarikan bersama,” ucapnya.
Politisi Partai Amanat Nasional tersebut berharap, pihak RSUD Wonosari dan Puskesmas Semanu untuk memberikan bantuan bagi Ahmad Nugroho. Kedua instansi pemerintah tersebut harus memberikan layanan kesehatan bagi warga miskin.(HARI SUSMAYANTI)
